Senin, 28 November 2011

MAKALAH BK

PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING di SMA IBU KARTINI SEMARANG

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
            Bimbingan dan Konseling merupakan sarana bagi guru untuk menjangkau siswa dalam pembentukan kepribadian dan tingkah laku di sekolah. Dimana tugas guru adalah sebagai konselor yang membantu dan memahami setiap masalah yang dihadapi siswa atau klient. Keberadaan BK di setiap sekolah diharapkan mampu menunjang prestasi setiap siswa, memberikan pelajaran moral, menanamkan nilai-nilai yang dianggap penting didalam masyarakat.
            Melaui perkembangannya BK sering kali disalah artikan oleh siswa, karena bagi siswa BK dianggap sebagai momok yang kerap memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar aturan sekolah, dalam kata lain BK dianggap sebagai polisi sekolah. Hal inilah yang membuat ketidak sepahaman antara tujuan BK dengan pemahaman siswa terhadap BK sehingga setiap pelajaran yang diberikan oleh BK tidak dapat tersalurkan dengan baik.
            Oleh karena persoalan diatas perlu adanya cara dimana BK dapat diterima oleh siswa dengan baik sehingga pelajaran yang diberikan oleh BK dapat tersampaikan dengan baik pula. Cara-cara tersebut dapat ditempuh dengan pendekatan serta keakraban guru BK dengan masing-masing siswanya, dimana siswa merasa nyaman menyampaikan setiap keluhan atau masalah yang sedang dihadapinya baik persoalan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun persoalan keluarga yang mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar.

RUMUSAN MASALAH
      Berdasarkan latar belakang diatas, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Manfaat adanya BK di SMA Ibu Kartini Semarang?
2.      Hambatan apa yang ditemukan berkaitan tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMA Ibu Kartini semarang ?
3.      Masalah siswa yang sering ditangani guru bimbingan dan konseling ?
4.      Upaya yang dapat dilakukan guru bimbingan dan konseling untuk mengatasi masalah siswa tersebut ?
5.      Pendapat dan sikap siswa tentang adanya Bimbingan dan Konseling di sekolah?

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.      Tujuan
Tujuan dari penulisan  makalah ini untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang telah dirumuskan. Dalam hubungannya dengan perumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka penulisan makalah ini bertujuan sebagai berikut:
·         Untuk mengetahui peranan BK di SMA
·         Untuk sebuah referensi bagi pembaca
·         Untuk memenuhi salah satu tugas akhir semester mata kuliah umum Bimbingan dan Konseling

2.       Manfaat
·         Manfaat penulisan makalah ini diharapkan dapat memperkaya dan memberikan sumbangan bagi Ilmu Pengetahuan di bidang kependidikan
·        Dengan adanya makalah ini diharapkan tidak ada kesalahpahaman mengenai arti BK



BAB II
PEMBAHASAN
Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu bidang pelayanan yang perlu dilaksanakan didalam program pendidikan. Kebutuhan pelaksanaan bimbingan dan konseling berlatar belakang beberapa aspek, yaitu aspek psikologis, sosiologis, cultural dan paedagogies.
Sebagai suatu proses dinamis, pendidikan akan senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan yang terjadi dilingkungan umumnya. Salah satu cirri dari perkembangan pendidikan adalah adanya perubahan2 dalam berbagai komponen system pendidikan seperti kurikulum, strategi belajar pembelajaran, alat bantu belajar, sumber2, dsb.
Perkembangan ini sudah tentu akan mempengaruhi kehidupan para siswa baik dalam bidang akademik, sosial maupun pribadi. Proses penyesuaian diri para siswa memerlukan bantuan yang sistematismelalui pelayanan  bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling bagi para siswa pada hakikatnya merupakan salah satu konsekuensi dari perkembangan pendidikan.
 pelaksanaan BK di SMA Ibu Kartini Semarang sudah berjalan cukup baik dan efektif. Program-programnya seperti program harian, mingguan, semesteran dan tahunan dilaksanakan menurut syllabus dan RPP. Guru BK juga menjelaskan bahwa pola yang digunakan di SMA Ibu Kartini tidak lagi pola umum 17 melainkan pola umum 17 plus, lebih sempurna dari pola umum 17. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan BK adalah adanya sebagian siswa yang belum menyadari fungsi BK di sekolah. Kendala tersebut diatasi dengan cara sosialisasi BK terhadap siswa dengan adanya jam BK seminggu sekali dimana guru BK masuk kelas dan memberikan bimbingan klasikal. Sedangkan masalah siswa yang sering dihadapi oleh guru BK adalah masalah – masalah pribadi, social, belajar dan karir. Sedangkan secara lebih khususnya masalah yang hampir tiap hari muncul adalah masalah pelanggaran aturan sekolah seperti telat masuk sekolah, bolos sekolah, pemalsuan tanda tangan, berpakaian tidak sesuai aturan.
 Sedangkan penanganan yang dilakukan untuk mengatasi dan mencegah masalah-masalah tersebut adalah sosialisasi dan bimbingan. Guru BK juga menjelaskan tentang konferensi kasus dan kunjungan rumah bagi siswa yang memiliki masalah yang masuk  dalam tahap yang berat. Menurut guru BK, antusiasme siswa terhadap adanya BK di sekolah masih kurang, karena hanya sedikit yang menyadari fungsi BK dan menjadikannya tempat untuk berkonsultasi sedangkan sebagian lainnya belum menyadari fungsi BK. Siswa kelas XII rata-rata dan hampir semua sudah menyadari peran dan fungsi BK dalam memberi bimbingan karir dan belajar. Mereka dengan sendirinya mau datang ke guru BK untuk berkonsultasi mengenai masalah belajar dan karir, dalam hal ini jenjang pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya. Adanya image bahwa guru BK adalah polisi sekolah pada saat ini sudah tidak sesuai, karena siswa tahu bahwa BK tidakalah menghukum siswanya dan guru BK di SMA Ibu Kartini menerapkan asas-asas BK dengan baik sehingga siswa akan merasa nyaman berkonsultasi ke BK. Misalnya telat masuk sekolah lebih dari lima menit dari bel masuk maka siswa tersebut dipulangakan, ini adalah wewenang bidang kesiswaan sedangkan bagi siswa yang sudah melanggar peraturan sekali atau dua kali BKlah yang memberikan bimbingan, siswa ditanya alasannya mengapa dan dinasehati. Namun untuk masalah sanksi dan penskoran hal tersebut adalah wewenang bidang kesisiwaan.
            peran wali kelas dalam pelaksanaan BK di sekolah. Wali kelas memberikan laporan atau dan informasi kepada pihak BK tentang kondisi dan keadaan anak karena wali kelas adalah “ibu” bagi siswa di sekolah. Selain itu wali kelas juga mengetahui kondisi ekonomi siswanya, karena masalah yang berkaitan dengan pembayaran SPP menjadi tanggung jawab wali kelas. Siswa yang telat dalam membayarkan SPP akan ditanya oleh wali kelas. Selain itu wali kelas juga memberikan bimbingan dan education, menyangkut masalah motivasi belajar, ketertiban, tidak masuk sekolah tanpa izin, kesemua hal tersebut adalah masalah yang masuk dalam jangkauan wali kelas. Wali kelas juga mengatakan bahwa masalah ketertiban dan pelanggaran peraturan selanjutnya akan ditangani oleh pihak kesiswaan.
            Dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah dapat diperoleh informasi bahwa guru memang menyisipkan bimbingan di tengah kegiatan belajar, bimbingan tersebut biasanya dalam hal belajar khususnya motivasi belajar. Guru juga membantu memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, sehingga siswa menjadi tahu fungsi dan peran BK dengan baik dan dapat memanfaatkannya. Jika timbul masalah di kelas maka guru akan melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) , guru berwenang melakukan tindakan pertama kemudian jika masalah tersebut sudah ke tahap yang lebih berat misalnya pelanggaran peraturan guru akan menyerahkannya ke BK untuk diberi bimbingan atau ke bidang kesiswaan untuk masalah skor dan sanksi. Namun yang terpenting adalah bahwa guru tidak serta merta selalu melemparkan siswa ke BK jika ada masalah di kelas, karena guru juga memiliki wewenang dan kebijaksanaan untuk menangani masalah tersebut.
Beberapa siswa menilai pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMA Ibu Kartini sudah berjalan baik dilihat dari segi pelaksanaan jam BK tiap minggunya dan sosialisasi tentang aturan sekolah. Beberapa siswapun menjelaskan bahwa peran BK belum maksimal karena masih adanya pelanggaran-pelanggaran aturan sekolah yang dilakukan oleh para siswa. Para siswa kerap kali masih menganggap BK adalah polisi sekolah karena menurut mereka setiap terjadi pelanggaran guru BK yang menangani dan mengurusnya, para siswa mengatakan fungsi dan manfaat BK adalah sebagai penegak peraturan atau hukum di sekolah, mereka mengatakan bahwa jika tidak ada BK di sekolah maka banyak masalah, banyak yang melanggar peraturan, dan siswa menjadi tidak tertib.






BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
            Jadi dapat kita simpulkan bahwa bimbingan dan konseling merupakan alat control bagi perilaku siswa serta tempat dimana siswa dapat mensyeringkan setiap masalah yang dihadapinya baik masalah pribadi maupun masalah yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya. Sehingga peran BK benar2 sentral didalam sekolah.


SARAN
Bimbingan konseling diharapkan mampu menjadi teman syering bagi para siswa, serta dapat memberikan jalan keluar yang baik sesuai dengan masalah yang dihadapi masing-masing siswanya. Serta mampu memberikan rasa nyaman bagi siswa ketika siswa berkonsultasi dan dapat menjadi penengah ketika terjadi benturan2 antara siswa dan guru sehingga image bahwa BK sebagai polisi sekolah dapat berubah sesuai dengan peran dan fungsi BK yang sebenarnya.


DAFTAR PUSTAKA
Drs. Mugiarso, Heru M.Pd.2009. Bimbingan dan Konseling. Semarang: UPT UNNES Pers

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar